Willy Fadillah, Abdul Latif, S.E., M.M. , Universitas Pelita Bangsa, Pancasila Sebagai Ideologi Nasional

UNIVERSITAS PELITA BANGSA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN

MATA KULIAH : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Nama : Willy Fadillah
NIM : 112310595
Nama Dosen : Abdul Latif, S.E., M.M.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

A. Pengertian Ideologi

Ideologi berasal dari kata:
• Idea, artinya gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita
• Logos, artinya ilmu
Secara harfiah, ideologi diartikan sebagai ilmu mengenai pengertian dasar atau ide. Definisi ideologi berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seorang atau sekelompok orang untuk dijadikan pegangan hidup.

B. Konsep dan Urgensi Pancasila sebagai Ideologi Negara
• Konsep Ideologi
Ideologi adalah sistem pemikiran atau gagasan yang menjadi dasar atau tujuan dari suatu gerakan politik, sosial, atau ekonomi. Ideologi juga dapat diartikan sebagai pandangan dunia atau cara pandang yang mendasari tindakan-tindakan seseorang atau kelompok dalam menjalani kehidupan. Ideologi negara adalah ideologi yang menjadi landasan bagi penyelenggaraan negara dan pengaturan hubungan antara warga negara dengan negara.
• Urgensi Pancasila sebagai Ideologi Negara
1. Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki urgensi untuk memberikan arah dan tujuan bagi penyelenggaraan negara serta pengaturan hubungan antara warga negara dengan negara.
2. Sebagai sumber hukum negara, Pancasila juga menjadi sumber hukum bagi peraturan perundang-undangan yang harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, Pancasila memiliki urgensi untuk membentuk karakter bangsa yang berkualitas dan bermartabat. 
4. Sebagai jati diri bangsa, Pancasila memiliki urgensi untuk mempertahankan dan memperkuat identitas nasional bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi dan persaingan internasional. 
5. Sebagai simbol negara, Pancasila juga menjadi simbol kebanggaan dan kehormatan bangsa Indonesia di mata dunia.
6. Sebagai perekat bangsa, Pancasila memiliki urgensi untuk menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Pancasila juga menjadi penangkal terhadap ancaman disintegrasi, radikalisme, terorisme, dan separatisme yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
C. Fungsi Ideologi
1. Sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai dalam kehidupan bermasyarakat.
2. Sebagai pemersatu masyarakat
3. Sarana memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual (Cahyono, 1986)
4. Sebagai motivasi individu, masyarakat, dan bangsa
D. Macam-macam Ideologi
• Liberalisme
Liberalisme adalah pandangan politik dan ekonomi yang menekankan kebebasan individu dan pasar yang minim intervensi pemerintah. Pandangan ini muncul pada abad ke-17 dan telah berkembang menjadi berbagai sub-pandangan seperti liberalisme klasik, liberalisme modern, dan neoliberalisme.
• Fasisme
Fasisme adalah paham yang berupa ideologi atau gerakan sosial perpolitikikan terkait dengan otoriter, nasionalistik, dan tidak liberal dengan memuja kekerasan dan mendukung totalitarianisme, yang artinya perintah pemimpin harus dipenuhi dan dipatuhi tanpa adanya pengecualian apapun atau pandang bulu.
• Sosialisme
Sosialisme merupakan transisi antara kapitalisme dan komunisme. Keduanya dibedakan oleh distribusi barang yang tidak merata dan pembayaranya sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Sosialisme juga didefinisikan sebagai teori-teori ekonomi dan politik yang mengadvokasi kepemilikan dan administrasi kolektif atau pemerintah atas alat-alat produksi dan distribusi barang. 

Menurut Sastradiepora, sosialisme merupakan doktrin ekonomi dan politik yang menganut dan membela paham mengenai kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan penghapusan motif laba. Disamping itu, Sosialisme merupakan sistem kepemilikan dan pelaksanaan kolektif atas faktor-faktor produksi. Khususnya barang-barang modal yang biasanya diberikan oleh pemerintah.
• Komunisme
Komunisme merupakan suatu paham ‘anti-kapitalisme’, dimana penerapannya tidak mengakui adanya kepemilikan akumulasi modal pada individu dan semua alat-alat produksi dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Paham komunisme tentu bertentangan dengan ideologi yang dianut oleh negara Indonesia yaitu Pancasila karena dalam paham komunis tidak mengakui adanya hak pribadi dan membatasi sistem demokrasi.

E. Sifat-sifat Pancasila sebagai Ideologi
• Terbuka
1. Nilai-nilai didalamnya merupakan nilai dan cita-cita yang digali dari kekayaan adat istiadat, budaya dan religius masyarakatnya
2. Menerima reformasi
3. Kekuasaan ada pada penguasa yang bertanggung jawab sebagai pengemban amanah rakyat
• Komprehensif
1. NIlai-nilai tidak memihak pada golongan manapunatau mengakibatkan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu.
2. Negara mengakomodasi berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang bersifat majemuk.
F. Kelebihan dan Kekurangan Pancasila sebagai Ideologi
• Kelebihan
1. Dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik
2. Merupakan jalan tengah antara liberal dan komunis
3. Menginspirasi akan tata masyarakat bebas
4. Sumber etik sosial
5. Sebagai instrumen politik untuk melihat kinerja pemerintah dan melawan ketidakadilan sosial
• Kekurangan
1. Memberi kebebasan yang cenderung menjadi anarki
2. Menimbulkan kemungkinan masuknya kepentingan neoliberal
3. Terlalu normatif
4. Dainggap kurang jelas karena hanya mengambil jalan tengah antara komunis da liberal
5. Pancasila justru mmebuat bangsa mengambil keburukan liberal dan komunis bersama-sama

Postingan populer dari blog ini

Willy Fadillah, Abdul Latif, S.E., M.M. , Universitas Pelita Bangsa, Pancasila Sebagai Etika Politik

Willy Fadillah, Abdul Latif, S.E., M.M. , Universitas Pelita Bangsa, pengantar pendidikan pancasila

Willy Fadillah, Abdul Latif, S.E., M.M. , Universitas Pelita Bangsa, Pancasila dalam konteks ketatanegaraan Republik indonesia